Seorang jurnalis media ternama Amerika Serikat, Washington Post ditangkap otoritas Iran. Jurnalis AS ini ditangkap bersama istrinya yang juga seorang jurnalis.
Kabar penangkapan Jason Rezaian yang merupakan koresponden Washington Post di Iran ini, dikonfirmasikan oleh kepala otoritas kehakiman Iran, Gholamhossein Esmaili dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita IRNA dan dilansir AFP, Jumat (25/7/2014).
"Kami sekarang sedang dalam tahap investigasi. Saya pikir kami baru bisa memberikan informasi lebih lanjut setelah penyelidikan dan interogasi selesai," ucap Esmaili, tanpa menjelaskan lebih lanjut alasan penahanan pasangan suami-istri tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rezaian memegang kewarganegaraan ganda, yakni Amerika dan Iran. Sedangkan istrinya merupakan warga Iran yang telah mengajukan izin tinggal tetap di AS. Sang istri bekerja sebagai koresponden surat kabar yang berbasis di Uni Emirat Arab.
"Kami sangat sedih atas berita ini dan sangat khawatir dengan kondisi Jason, Yeganeh dan dua jurnalis lainnya yang dilaporkan juga ditahan bersamanya," tutur editor berita asing Washington Post, Douglas Jehl.
Tidak ada penjelasan detail dari otoritas Iran terkait penahanan para jurnalis ini. Dalam pernyataannya, Esmaili mengatakan bahwa militer Iran mengawasi dan mengendalikan aktivitas musuh di seluruh wilayahnya.
"Mereka (militer Iran) tidak akan membiarkan negara kami sebagai tanah yang dijadikan tempat bagi musuh kami dan agen-agen mereka melakukan aktivitasnya," tegasnya.
Hubungan diplomatik Iran dengan AS putus setelah revolusi Islam tahun 1979. Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf menyatakan, pihaknya telah mengetahui adanya penangkapan 3 warga AS di Iran, namun tidak bisa berkomentar banyak.
"Kami tidak bisa banyak berkomentar saat ini karena pertimbangan privasi. Prioritas tertinggi kami adalah keselamatan dan kesejahteraan warga AS di luar negeri," tandasnya.
(nvc/ita)











































