Yakin Putrinya Masih Hidup, Suami Istri Ini Pergi ke Ukraina

Tragedi MH17

Yakin Putrinya Masih Hidup, Suami Istri Ini Pergi ke Ukraina

- detikNews
Jumat, 25 Jul 2014 13:35 WIB
Yakin Putrinya Masih Hidup, Suami Istri Ini Pergi ke Ukraina
Foto: AFP
Canberra, - Pasangan suami istri ini yakin bahwa putri mereka berhasil selamat dalam tragedi pesawat Malaysia Airlines MH17. Kedua warga Australia itu pun bertolak ke Ukraina untuk mencari putri semata wayang mereka.

Fatima, putri dari pasangan Jerzy dan Angela Dyczynski, termasuk di antara 298 orang yang berada di penerbangan MH17 yang jatuh ditembak di wilayah Donetsk, Ukraina timur pekan lalu.

"Kami masih berpikir dia selamat, jadi hari ini kami terbang ke Donetsk dan kami akan menemukan dia," ujar sang ayah kepada surat kabar The Australian seperti dilansir AFP, Jumat (25/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasangan Dyczynski terus berharap bahwa Fatima, putri tunggal mereka yang merupakan ilmuwan antariksa itu, selamat dari tragedi MH17. Menurut ayah Fatima, putrinya yang berumur 25 tahun itu, bisa saja terlempar dari dalam pesawat dengan posisi masih terikat ke kursinya. Hal ini bisa mengurangi kerasnya benturan tubuh putrinya ke tanah sehingga nyawanya pun selamat.

"Kami yakin dia masih hidup," ujar sang ayah kepada The Australian.

Pesawat Malaysia Airlines MH17 jatuh di wilayah konflik Ukraina timur, yang dikuasai para pemberontak pro-Rusia pada Kamis, 17 Juli lalu. Menurut daftar, ada 193 orang penumpang asal Belanda, 43 orang (termasuk 15 awak dan dua bayi) dari Malaysia, 27 orang dari Australia, 12 orang (termasuk satu bayi) dari Indonesia, 10 orang (termasuk satu dwiwarga Inggris/Afrika Selatan) dari Inggris, empat orang dari Jerman, empat orang dari Belgia, tiga orang dari Filipina, satu orang Kanada, dan satu orang dari Selandia Baru, dengan jumlah total penumpang dan kru sebanyak 298 orang.

Menurut pejabat-pejabat pemerintah Amerika Serikat, pesawat Boeing 777-200 tersebut ditembak jatuh dengan rudal darat-ke-udara. Pemerintah Ukraina menuding para separatis pro-Rusia sebagai pelaku penembakan. Namun klaim ini dibantah pemberontak yang balik menuding militer Ukraina bertanggung jawab atas peristiwa tragis itu.

(ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads