Tempat Pengungsian Warga Palestina Diserang Israel, Sekjen PBB Terkejut

Tempat Pengungsian Warga Palestina Diserang Israel, Sekjen PBB Terkejut

- detikNews
Jumat, 25 Jul 2014 11:44 WIB
Tempat Pengungsian Warga Palestina Diserang Israel, Sekjen PBB Terkejut
kota Rafah usai serangan Israel (Reuters)
Gaza, - Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon terkejut atas serangan yang dilancarkan Israel ke sebuah sekolah dasar (SD) milik PBB yang dijadikan tempat pengungsian warga Gaza. Serangan itu menewaskan 15 warga Palestina.

Menurut dinas urusan darurat Gaza seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (25/7/2014), sedikitnya 15 orang tewas dan lebih dari 200 orang lainnya luka-luka dalam serangan yang terjadi pada Kamis, 24 Juli waktu setempat itu.

Gedung sekolah PBB tersebut digunakan untuk menampung warga Palestina yang meninggalkan rumah-rumah mereka demi mencari tempat yang aman dari bombardir Israel. Namun malang, tempat pengungsian itu pun tak luput dari serangan militer Israel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak yang tewas -- termasuk wanita dan anak-anak, serta staf PBB," tutur Ban yang mengaku terkejut akan insiden tersebut. Dikatakan pemimpin badan dunia tersebut, insiden tersebut menekankan pentingnya untuk menghentikan pertumpahan darah di Gaza saat ini juga.

Konflik di Gaza kini telah memasuki hari ke-18. Jumlah korban jiwa akibat serangan Israel di Gaza sejauh ini telah mencapai 804 orang. Pada Kamis, 24 Juli kemarin, sebanyak 98 warga Palestina tewas akibat rentetan serangan Israel. Ini merupakan salah satu hari paling mematikan selama konflik Gaza.

Menurut kelompok-kelompok nonpemerintah, sekitar 80 persen korban jiwa adalah warga sipil Palestina, termasuk banyak wanita dan anak-anak.

Sementara itu di pihak Israel, tiga warga sipil tewas akibat serangan-serangan roket yang dilancarkan militan dari Gaza. Ketiga korban terdiri dari dua warga Israel dan seorang pekerja migran asal Thailand. Selain itu, 32 tentara Israel telah tewas dalam pertempuran melawan para militan Hamas dan lainnya.

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini