Menurut pejabat keamanan Palestina seperti dilansir AFP, Jumat (25/7/2014), korban tewas diidentifikasi sebagai Mohammed Al-Aaraj, pemuda berumur 25 tahun. Pria muda itu termasuk di antara setidaknya 10 ribu orang yang bentrok dengan tentara dan polisi perbatasan di Qalandiya, antara Yerusalem dan Ramallah.
Bentrokan terjadi saat massa menggelar aksi protes besar-besaran untuk menentang operasi militer Israel di Gaza. Setidaknya 150 orang terluka akibat tembakan yang dilepaskan tentara Israel dalam bentrokan tersebut. Sebanyak lima orang di antaranya dalam kondisi kritis.
Menurut militer Israel, tembakan asli dilepaskan dalam konfrontasi dengan ribuan orang tersebut setelah sebagian orang melemparkan batu-batu, petasan dan bom bensin ke arah tentara dan polisi perbatasan. Bentrokan tersebut berlangsung hingga beberapa jam.
Bentrokan antara massa demonstran dan aparat keamanan Israel juga terjadi di kota-kota lainnya di Tepi Barat, seperti Nablus, Hebron, Bethlehem dan Tulkarem.
(ita/ita)











































