Pesawat milik maskapai Aljazair, Air Algerie AH 5017 dilaporkan jatuh dan bangkai pesawatnya telah ditemukan di gurun Mali. Tidak ada korban selamat dalam kecelakaan pesawat tersebut.
Pesawat AH 5017 membawa sedikitnya 116 penumpang dan awak ketika lepas landas dari Ouagadougou, Burkina Faso menuju Aljir, Aljazair pada Kamis (24/7) pagi. Sekitar 50 menit setelah lepas landas, pesawat hilang kontak hingga berjam-jam kemudian ditemukanlah keberadaannya di Mali.
Mali terletak di antara Burkina Faso dan Aljazair. Menurut Jenderal Gilbert Diendere dari Burkina Faso, seperti dilansir CNN, Jumat (25/7/2014), tidak ada korban selamat yang ditemukan di dalam maupun sekitar bangkai pesawat jenis McDonnell Douglas MD-83 tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sales manager Air Algerie, Zoheir Houaoui menuturkan kepada wartawan bahwa 110 penumpang pesawat tersebut berasal dari banyak negara. Antara lain 50 warga Prancis, 24 warga Burkina Faso, 8 warga Libanon, 6 warga Aljazair, 5 warga Kanada, 4 warga Jerman, 2 warga Luksemburg, 1 warga Mali, 1 warga Kamerun, 1 warga Belgia, 1 warga Ukrania, 1 warga Rumania, 1 warga Swiss, 1 warga Nigeria dan 1 warga Mesir.
Sedangkan 6 awak pesawat semuanya berasal dari Spanyol. Pesawat tersebut merupakan milik perusahan swasta Spanyol, Swiftair, namun dioperasikan oleh maskapai Aljazair, Air Algerie.
(nvc/vid)











































