Setelah berjam-jam hilang, diperkirakan pesawat tersebut telah jatuh di wilayah Mali. Ibrahim mengaku telah diberitahu penemuan puing-puing pesawat AH507 tersebut.
"Saya baru saja diberitahu bahwa reruntuhan (pesawat Air Algerie AH507) telah ditemukan di antara wilayah Aguelhoc dan Kidal," kata Keita dalam pertemuan dengan pemimpin masyarakat politik, agama dan sipil di Bamako seperti dilansir Reuters, Jumat (25/7/2014).
Namun sayangnya Keita tidak memberikan informasi lebih lanjut. Pesawat milik perusahaan swasta Swiftair tersebut hilang kontak setelah 50 menit lepas landas dari Burkina Faso pada pukul 01.55 GBT.
Pesawat berjenis MD-83 ini berisi 110 penumpang dan 6 kru. Sebagian besar penumpang adalah warga negara Prancis.
(kff/vid)











































