Seorang jurnalis asal Inggris menghilang saat bertugas di wilayah Ukraina timur yang tengah dilanda konflik. Jurnalis yang bekerja untuk televisi Rusia itu, disebut-sebut ditangkap oleh tentara Ukraina.
Graham Phillips, seorang warga negara Inggris yang bekerja sebagai jurnalis stringer bagi media Rusia, RT (sebelumnya dikenal dengan nama Russia Today), tengah meliput bentrokan di sekitar bandara Donetsk pada Selasa (22/7), ketika tiba-tiba menghilang.
Pihak RT di Rusia tidak bisa menghubunginya sejak Rabu (23/7) pagi. Demikian seperti dilansir AFP, Kamis (24/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut informasi yang diterima, mereka ditangkap oleh tentara Ukraina," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia. Otoritas Rusia menyebutnya sebagai provokasi oleh otoritas Ukraina terhadap jurnalis internasional yang independen.
RT menyebutkan, kontak terakhir dengan Phillips pada Rabu (23/7) dini hari sekitar pukul 02.00 waktu setempat, setelah Phillips mengirim pesan berbunyi 'All is fine'. Setelah itu, Phillips sama sekali tidak memberikan laporan apapun kepada RT. Sedangkan Anna-News, pada Rabu (23/7) menyebutkan bahwa dua jurnalisnya ditangkap Fasis, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Menurut RT, pihaknya telah memperingatkan Phillips untuk tidak pergi ke bandara Donetsk karena sangat berbahaya. Tapi jika dilihat dari postingan media sosialnya, tampaknya Phillips telah pergi ke bandara.
RT juga mengutip seorang jurnalis lainnya bernama Maksim Dimitrov yang menyebutkan, Phillips pergi ke bandara pada Selasa (22/7) malam dan seperti terjebak bentrokan. Namun diyakini Phillips masih dalam keadaan hidup.
(nvc/ita)










































