Kepolisian Paris mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (24/7/2014), sekitar 14.500 demonstran meramaikan aksi tersebut. Namun menurut pihak koordinator demo, jumlah demonstran mencapai sekitar 25 ribu orang.
Perdana Menteri (PM) Prancis Manuel Valls mengatakan, aksi demo tersebut mendapatkan izin dari otoritas setempat karena pihak koordinator demo telah memberikan jaminan bahwa aksi tersebut akan berlangsung damai. Sebelumnya, pemerintah telah melarang aksi serupa guna mencegah terulangnya kerusuhan yang dilakukan para radikal anti-Semit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aksinya, para demonstran meneriakkan slogan-slogan seperti "Israel pembunuh!" dan "Hidup Palestina, hidup perlawanan!" Banyak demonstran membawa bendera-bendera Palestina atau stiker-stiker bertuliskan "Boikot Israel".
Seorang wanita yang ikut berunjuk rasa, Samira Cheblal, mengatakan dirinya ikut serta karena ingin menyampaikan pesan simpel: "Hentikan pembantaian anak-anak dan warga sipil."
Konflik di Gaza hingga kini telah memasuki hari ke-16. Sejauh ini, sekitar 695 warga Palestina telah tewas selama operasi militer Israel di Gaza. Sebanyak 34 warga Israel dan seorang pekerja asal Thailand juga tewas dalam konflik berdarah ini.
(ita/ita)











































