Makan Waktu 2 Jam, Suntik Mati Narapidana AS Picu Kontroversi

Makan Waktu 2 Jam, Suntik Mati Narapidana AS Picu Kontroversi

- detikNews
Kamis, 24 Jul 2014 11:17 WIB
Makan Waktu 2 Jam, Suntik Mati Narapidana AS Picu Kontroversi
Ilustrasi
Arizona -

Eksekusi mati seorang narapidana di Arizona, Amerika Serikat menuai kontroversi. Sebabnya, dibutuhkan waktu hingga dua jam sampai akhirnya narapidana tersebut benar-benar tak bernyawa, setelah dia disuntik mati.

Joseph Wood divonis mati atas kasus pembunuhan kekasihnya dan ayah kekasihnya tahun 1989 silam. Sang pengacara menuturkan, kliennya tewas dengan cara yang menyiksa setelah disuntik dengan campuran obat yang seharusnya membunuhnya dengan tenang.

"Dibutuhkan waktu 2 jam bagi Joseph Wood untuk akhirnya meninggal, dan dia sempat terengah-engah dan berusaha keras untuk bernapas selama sekitar 1 jam 40 menit," terang pengcara Wood, Dale Baich seperti dilansir AFP, Kamis (24/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wood dieksekusi mati pada Rabu (23/7) waktu setempat. Dia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.49 waktu setempat, atau sekitar 2 jam setelah petugas menyuntikkan obat yang seharusnya merenggut nyawanya dalam beberapa menit saja.

Menurut Baich, kliennya disuntik dengan campuran dua obat mematikan, yakni midazolam yang dikombinasikan dengan hydromorphone, yang merupakan campuran eksperimental yang ternyata gagal.

"Arizona tampaknya telah bergabung dengan beberapa negara bagian lainnya yang bertanggung jawab atas eksekusi sembrono -- mengerikan yang seharusnya bisa dicegah," tulis Baich dalam pernyataannya.

Eksekusi sembrono Wood ini menuai kecaman dari organisasi Koalisi Nasional untuk Menghapus Hukuman Mati. "Malam ini, kita mendapati seorang warga AS lainnya yang disuntik mati dengan cara yang keji dan mengejutkan. Tapi bagian terburuk terkait eksekusi sembrono Joseph Wood ialah, sebenarnya ini bisa diprediksi dan bisa dihindari," sebut Eksekutif Direktur Koalisi Nasional untuk Menghapus Hukuman Mati, Diann Rust-Tierney.

"Kombinasi obat yang digunakan untuk menyuntik mati Wood -- proses yang menyiksa selama 2 jam -- pernah digunakan sebelumnya, awal tahun ini di Ohio, yang juga berujung pada eksekusi mati sembrono," imbuhnya.

Wood yang berusia 55 tahun ini divonis bersalah telah menembak mati mantan kekasihnya Debbie Dietz (29) dan ayah sang mantan kekasih Gene (55). Wood sempat mengajukan petisi melawan eksekusi matinya, setelah mengetahui metode suntik mati yang akan diberikan kepadanya. Otoritas setempat masih melakukan penyelidikan atas eksekusi mati Wood yang menuai kontroversi ini.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads