"Satu-satunya cara untuk menghadapi rezim bengis ini adalah meneruskan perlawanan dan perjuangan bersenjata dan memperluasnya hingga ke Tepi Barat," cetus Khamenei seperti dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA dan dilansir AFP, Kamis (24/7/2014).
Iran yang tidak mengakui Israel, merupakan pendukung kelompok Hamas dan Jihad Islam yang memimpin perlawanan terhadap Israel di Gaza.
Sejauh ini hampir 700 warga Palestina tewas selama operasi militer Israel yang dilancarkan di Gaza sejak 8 Juli lalu. Pemerintah Israel bersikeras bahwa negaranya hanya bertindak membela diri terhadap kelompok Hamas. Israel pun menuding Hamas menggunakan korban-korban warga sipil Palestina tersebut sebagai "bahan bakar mesin propagandanya."
"Ini bukan perang yang kami pilih. Ini usaha terakhir kami," cetus Wakil Dubes Israel untuk PBB, David Roet, seperti dilansir kantor berita AFP.
Dikatakan Roet dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tersebut, pemerintah Israel telah menerima proposal yang disampaikan Mesir mengenai gencatan senjata dengan Hamas. Tidak seperti Hamas yang bersikeras menolak gencatan senjata tersebut.
Akan tetapi, negara-negara Arab mempertanyakan klaim Israel bahwa pihaknya hanya bertindak membela diri. Ini terbukti dengan tingginya korban jiwa di kalangan warga sipil Palestina, khususnya wanita dan anak-anak.
(ita/ita)











































