Penegasan itu disampaikan Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Najib Razak di depan parlemen Malaysia seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/7/2014).
Dikatakan Najib, penyelidikan yang dilakukan badan independen perlu dilakukan untuk memastikan apa yang menyebabkan pesawat itu jatuh pada 17 Juli lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terlebih lagi, apakah penembakan itu serangan terencana terhadap pesawat komersial atau kesalahan yang tak disengaja? Semua ini memerlukan bukti yang jelas dan akurat," tandas Najib dalam sidang darurat parlemen mengenai tragedi MH17.
Ditambahkan Najib, Malaysia tak akan menyalahkan siapapun sampai ada bukti kuat yang menunjukkan pesawat MH17 memang ditembak jatuh dengan sebuah rudal, seperti yang disampaikan otoritas Amerika Serikat dan Ukraina.
"Jika tuduhan itu benar, kami mengutuk sekeras-kerasnya tindakan tidak manusiawi, tidak beradab, keji dan tak bertanggung jawab dari pihak-pihak yang diyakini telah menembak jatuh penerbangan MH17," pungkas pemimpin negeri Jiran itu.
(ita/ita)











































