Proses Identifikasi Jasad Korban MH17 Bisa Makan Waktu Berbulan-bulan

Proses Identifikasi Jasad Korban MH17 Bisa Makan Waktu Berbulan-bulan

- detikNews
Rabu, 23 Jul 2014 12:12 WIB
Proses Identifikasi Jasad Korban MH17 Bisa Makan Waktu Berbulan-bulan
Kereta yang membawa jasad korban MH17 (Reuters)
Den Haag -

Jasad korban tragedi Malaysia Airlines (MAS) MH17 yang telah ditemukan tengah diterbangkan ke Belanda untuk diidentifikasi lebih lanjut. Dibutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk proses identifikasi tersebut.

Setelah tiba di wilayah Kharkiv, Ukraina yang tidak dikuasai separatis pro-Rusia, ratusan jasad korban MH17 akan diterbangkan secara bertahap ke Eindhoven, Belanda. Pesawat Hercules C-130 milik Belanda dan sebuah pesawat C-17 milik Australia akan terbang bolak-balik untuk membawa jasad korban ke Belanda.

"Persiapan akan dilakukan di Kharkiv agar proses identifikasi bisa segera dilakukan di Belanda sebaik mungkin," ujar Perdana Menteri Belanda Mark Rutte seperti dilansir AFP, Rabu (23/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Segera setelah korban berhasil diidentifikasi, yang pertama dan paling utama, keluarga akan diberitahu dan bukan yang lain. Proses itu bisa memakan waktu berminggu-minggu atau berminggu-minggu," imbuhnya.

Kedua pesawat tersebut mulai membawa jasad korban pada Rabu (23/7) waktu setempat. Setelah identifikasi selesai, lanjut PM Rutte, jasad korban akan diterbangkan ke negara asal masing-masing untuk dipulangkan kepada keluarga mereka.

Pesawat MAS MH17 membawa total 298 penumpang dan awak ketika ditembak jatuh oleh rudal, saat terbang melintasi wilayah Ukraina pada 17 Juli lalu. Sebagian besar penumpang, atau sekitar 193 orang merupakan warga negara Belanda. Karena itu Belanda pun bertanggung jawab atas proses identifikasi korban dan memimpin penyelidikan internasional yang kini tengah berlangsung.

Terdapat perbedaan informasi mengenai jumlah jasad korban yang diserahkan oleh separatis pro-Rusia kepada tim ahli dari Belanda di Kharkiv. Separatis pro-Rusia menuturkan, pada Senin (21/7) lalu mereka telah menyerahkan sebanyak 282 jasad korban yang disimpan di dalam kereta berpendingin. Namun tim ahli Belanda menyatakan, mereka hanya menerima 200 jasad di dalam kereta berpendingin tersebut.

Terkait hal tersebut, pemantau internasional dari Internasional Organisation for Security and Cooperation in Europe (OSCE) melaporkan adanya sejumlah jasad korban dan potongan tubuh korban yang belum dievakuasi dari lokasi kejadian. Belum ada tanggapan dari otoritas Belanda, Ukraina maupun Malaysia terkait hal ini.

(nvc/ita)


Berita Terkait