Lebih dari 15 Ribu Warga Nigeria Mengungsi Akibat Serangan Boko Haram

Lebih dari 15 Ribu Warga Nigeria Mengungsi Akibat Serangan Boko Haram

- detikNews
Selasa, 22 Jul 2014 12:57 WIB
Lebih dari 15 Ribu Warga Nigeria Mengungsi Akibat Serangan Boko Haram
Ilustrasi
Abuja -

Lebih dari 15 ribu warga Nigeria mengungsi akibat serangan militan Boko Haram di salah satu kota setempat. Aksi kekerasan tersebut berlangsung selama beberapa hari dan menewaskan puluhan orang.

Seperti dilaporkan Badan Manajemen Darurat Nasional Nigeria (NEMA) kepada CNN, Selasa (22/7/2014), militan Boko Haram dengan bersenjatakan granat, bom dan senapan menyerbu kota Damboa pada Kamis (17/7) malam waktu setempat.

Juru bicara NEMA, Abdulkadir Ibrahim menuturkan, serangan tersebut baru berakhir pada Minggu (20/7). Nahas, sedikitnya 66 warga setempat tewas dalam serangan keji tersebut. Kini wilayah tersebut dikuasai oleh Boko Haram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami kehilangan 46 orang pada Kamis (17/7) hingga Jumat (18/7) di Damboa dan sekelompok pria bersenjata mengejar orang-orang yang melarikan diri ke desa lain seperti Fori dan Kwairi di mana mereka menewaskan 20 orang lainnya," terang juru bicara otoritas Damboa, Sherrif Muhammad.

Bendera Boko Haram kemudian dikibarkan di wilayah Damboa, untuk menandai bahwa kota tersebut berada di bawah kendali mereka. "Boko Haram mengambil alih kota Damboa di mana mereka mengibarkan bendera mereka setelah serangan yang terjadi memaksa warga setempat mengungsi," terang Sherrif Muhammad.
Β 
Namun militer Nigeria dengan segera memastikan kepada warga setempat, bahwa mereka akan mengambil alih kembali kota tersebut. Kepada wartawan, Abdulkadir Ibrahim menuturkan, sedikitnya 15.204 warga mengungsi dari Damboa untuk menghindari serangan Boko Haram.

"Jumlah warga yang mengungsi di Biu mencapai 10.204 jiwa. Kami memiliki 3 ribu warga di Maiduguri dan 2 ribu warga di Goniri," sebutnya.

Militan Boko Haram menarik perhatian dunia internasional setelah menculik lebih dari 200 anak sekolah pada April lalu. Hingga kini keberadaan anak-anak sekolah tersebut masih belum diketahui pasti.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads