Para pemimpin Hamas yang menguasai Gaza bersikeras menolak menyetujui gencatan senjata tanpa syarat. Sementara Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan, dirinya akan melakukan apapun yang perlu untuk mengamankan warga Israel dari serangan-serangan Hamas.
Menurut pejabat kesehatan Palestina seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (22/7/2014), sejauh ini sudah 565 warga Palestina yang tewas akibat rentetan serangan Israel di Gaza.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, tank-tank Israel menggempur sebuah rumah sakit di Gaza tengah hingga merenggut empat nyawa dan melukai puluhan orang lainnya. Menurut militer Israel, serangan tersebut menargetkan roket-roket yang disembunyikan di dekat rumah sakit itu. Israel pun menuding para militan Hamas menggunakan warga sipil sebagai tameng atau perisai hidup.
Menurut al-Kidra, sedikitnya 565 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 3.600 terluka dalam dua pekan terakhir ini.
Di pihak Israel, tujuh tentara tewas dalam pertempuran dengan para pejuang Hamas pada Senin, 21 Juli. Sehingga sejauh ini sudah 25 tentara Israel yang tewas selama operasi militer di Gaza. Angka ini dua kali lipat lebih dari jumlah korban Israel selama serangan darat di Gaza pada tahun 2009 lalu.
(ita/ita)











































