Penyelidik asal Belanda membuka tiap-tiap gerbong kereta berpendingin yang mengangkut lebih dari 200 jasad tersebut. Dengan menggunakan masker dan senter, penyelidik memeriksa jasad-jasad.
"Saya pikir penyimpanan jasad berkualitas bagus," tutur Peter Van Vliet, ahli forensik yang memimpin tim penyelidik Belanda tersebut usai memeriksa jasad-jasad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedatangan tim penyelidik Belanda ini disertai oleh tim pengamat internasional dari Organisation for Security and Cooperation in Europe (OSCE), yang telah mendatangi lokasi jatuhnya MH17 dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu di Belanda, Perdana Menteri Mark Rutte mengatakan, prioritas pemerintahnya adalah memindahkan jenazah para korban ke wilayah yang dikuasai otoritas Ukraina.
"Tujuan pertama adalah mengeluarkan kereta tersebut dan membiarkannya pergi ke wilayah yang dikuasai Ukraina, kemungkinan Kharkiv," ujar Rutte, Kharkiv merupakan kota besar yang berjarak sekitar 300 kilometer dari lokasi kereta saat ini.
"Para separatis telah mengatakan bahwa pemantau internasional harus hadir ketika kereta itu pergi... para pakar Belanda adalah pemantau internasional... mereka bisa memenuhi peran tersebut," tandas Rutte.
(ita/ita)











































