Fatima adalah salah seorang korban yang tewas dalam peristiwa memilukan tersebut. Gadis asal Jerman itu masuk dalam salah satu penumpang yang sedang terbang menuju Kuala Lumpur.
Saat ini, Fatima menjabat sebagai CEO sekaligus pendiri Xoterra Space, sebuah perusahaan high-tech yang berbasis di Belanda. Xoterra menyampaikan ucapan duka yang paling mendalam atas kepergian wanita 25 tahun tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media-media Australia mengabarkan, Fatima pernah berkuliah di John XXIII di Perth, lulu melanjutkan master ke teknik penerbangan di Delft University of Technology di Belanda. Setelah kuliah, dia sempat magang di IBM, sebelum akhirnya mendirikan perusahaan sendiri.
Orangtua Fatima mengatakan, putrinya selalu bermimpi untuk jadi astronot. Bahkan dia pernah mengutarakan ingin ke Mars.
"Dan dia akan melakukannya. Tentu saja," ujar sang ibunda, Angela Rudhart-Dyczynski, sambil memegang foto anaknya yang sedang memakai baju luar angkasa.
"Dia ingin ke Mars dan saya yakin dia mampu melakukannya," tambahnya.
(mad/nrl)











































