"Saya menerima informasi bahwa teroris death-hunters menjarah tidak hanya uang tunai dan perhiasan, tapi juga kartu kredit para korban," ujar Anton seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (21/7/2014).
Dari foto yang ditampilkan fotografer media-media setempat, terlihat jenazah korban sudah dalam kondisi telanjang bulat. Beberapa tas dan barang pun sudah terbuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, koresponden ABC Australia melihat adanya bukti penjarahan barang-barang korban di lokasi tersebut. Ia melaporkan, "Kami melihat sejumlah puing sekitar 12 kilometer dari lokasi jatuhnya pesawat, jadi tugas untuk mengumpulkannya luar biasa sulit. Kami melihat melihat sejumlah orang didatangkan, katanya pekerja tambang, dan disuruh menyisir lokasi."
"Mereka menutup sebagian lokasi dan menemukan sejumlah lagi bagian-bagian tubuh di daerah yang sulit, tapi menurut standar operasi internasional, ini sangat tidak memadai," jelasnya.
"Nampaknya terjadi penjarahan di sini karena setiap tas yang kami lihat sudah terbuka," katanya.
(mad/nrl)










































