Pemerintah Malaysia meminta lokasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina dijaga agar tidak diganggu atau dirusak. Hal ini disampaikan Malaysia setelah pemerintah Ukraina menuding separatis pro-Rusia telah menghancurkan bukti-bukti di lokasi kejadian.
"Malaysia sangat prihatin bahwa lokasi kecelakaan tidak diamankan sebagaimana mestinya," kata Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai kepada para wartawan di Kuala Lumpur, Malaysia hari ini.
"Keutuhan lokasi telah dinodai, dan ada indikasi bahwa bukti vital tidak diamankan di tempatnya," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (19/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pemerintah Ukraina menuding para pemberontak pro-Rusia di wilayah Ukraina timur mencoba menghancurkan bukti di lokasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17. Ukraina juga menyebutkan, para pemberontak telah membawa pergi 38 jasad dari lokasi kejadian.
"Pemerintah Ukraina dengan resmi menyatakan bahwa para teroris, dengan bantuan Rusia, mencoba menghancurkan bukti-bukti kejahatan internasional," demikian statemen pemerintah Ukraina seperti dilansir Reuters.
"Menurut data pemerintah, para teroris telah membawa pergi 38 jasad ke kamar mayat di Donetsk," demikian disampaikan.
Menurut pemerintah Kiev, para ahli dengan "logat Rusia yang kental" telah mengancam akan melakukan otopsi sendiri atas para jasad-jasad korban MH17 yang dibawa tersebut.
Bahkan disampaikan pemerintah Kiev, pemberontak pun telah menghalang-halangi penyelidik Ukraina untuk menjangkau lokasi kejadian.
(ita/ita)











































