Presiden AIDS Internasional Bantah 108 Penumpang MH17 Akan Hadiri KTT

Presiden AIDS Internasional Bantah 108 Penumpang MH17 Akan Hadiri KTT

- detikNews
Sabtu, 19 Jul 2014 14:24 WIB
Presiden AIDS Internasional Bantah 108 Penumpang MH17 Akan Hadiri KTT
Kiev, - Presiden badan International AIDS Society Francoise Barre-Sinoussi mengatakan bahwa enam kolega yang akan menghadiri KTT AIDS internasional termasuk di antara para penumpang pesawat Malaysia Airlines MH17. Dia membantah pemberitaan yang menyebutkan sebanyak 108 orang penumpang MH17 akan menghadiri pertemuan di Melbourne, Australia itu.

"Jumlah yang sudah kami konfirmasikan lewat kontak-kontak kami dengan otoritas di Australia, di Malaysia, dan otoritas Belanda adalah enam orang. Mungkin masih ada lagi beberapa, namun bukan angka seperti yang telah diumumkan," tutur Barre-Sinoussi seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (19/7/2014).

Sejumlah surat kabar Australia pada Jumat, 18 Juli memberitakan bahwa lebih dari 100 periset medis, ilmuwan, dokter dan para aktivis berada dalam pesawat MH17 yang jatuh di wilayah konflik dekat perbatasan Rusia-Ukraina. Mereka dilaporkan akan menghadiri Konferensi AIDS Internasional ke-20 yang akan digelar di Melbourne, Australia pada Minggu, 20 Juli besok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di antara mereka yang tewas tersebut adalah Joep Lange asal Belanda, periset AIDS terkemuka yang telah terlibat dalam penelitian dan pengobatan AIDS sejak tahun 1983.

"Joep bukan cuma peneliti hebat, juara hebat dalam perang melawan HIV selama bertahun-tahun, dia juga umat manusia yang mengagumkan," pungkas Barre-Sinoussi.

Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Glenn Thomas dan Jacqueline van Tongeren dari badan Amsterdam Institute for Global Health and Development juga tewas dalam tragedi MH17.

Pesawat MH17 yang mengangkut 298 orang itu jatuh di kawasan Ukraina timur yang dikuasai para separatis pro-Rusia pada Kamis, 17 Juli lalu. Pejabat-pejabat Amerika Serikat meyakini pesawat tersebut ditembak jatuh dengan sebuah rudal darat-ke-udara. Pihak militer Ukraina dan separatis pro-Rusia pun saling tuding terkait peristiwa itu.



(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads