Situs berita Ukrainska Pravda memposting rekaman audio yang diklaim sebagai sadapan komunikasi antara pemberontak pro-Rusia dan seorang agen Rusia tersebut. Berikut transkrip rekaman tersebut menurut Ukrainska Pravda yang sangat pro-pemerintah Ukraina, seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Sabtu (19/7/2014).
"Kami baru saja menjatuhkan sebuah pesawat," ujar seorang pemberontak yang diidentifikasi sebagai Bes (Demon) kepada seorang agen intelijen militer Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Major: Pesawat hancur berkeping-keping di udara, dekat dengan tambang Petropavlovskaya. Ada 200 yang tewas. Kami telah menemukan 200 yang pertama. Itu pesawat sipil.
Grek: Bagaimana keadaan di sana?
Major: Yah, kami 100 persen yakin itu pesawat sipil.
Grek: Apa ada banyak orang?
Major: F---! Serpihan jatuh langsung ke halaman-halaman.
Grek: Pesawat apa itu?
Major: Saya belum tahu. Saya belum mendekat ke serpihan utama. Sekarang saya ada di dekat tempat jasad-jasad pertama mulai berjatuhan. Di sini ada sisa-sisa kursi, mayat-mayat...
Grek: Apa ada senjata?
Major: Tak ada sama sekali. Barang-barang milik warga sipil, memo medis, handuk, kertas toilet.
Grek: Apa ada dokumen-dokumen?
Major: Ya. Satu dokumen milik seorang mahasiswa asal Indonesia. Dari Thompson University.
Pesawat MH17 yang mengangkut 298 orang jatuh di kawasan Ukraina timur yang dikuasai para separatis pro-Rusia pada Kamis, 17 Juli lalu. Pejabat-pejabat Amerika Serikat meyakini pesawat Boeing 777 tersebut ditembak jatuh dengan sebuah rudal darat-ke-udara.
(ita/ita)











































