Juru bicara urusan darurat Gaza, Ashraf al-Qudra mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (19/7/2014), sejauh ini 307 warga Palestina tewas selama operasi militer Israel yang telah berlangsung 12 hari itu. Sekitar 2.250 warga Palestina lainnya mengalami luka-luka sejak operasi dimulai pada 8 Juli lalu.
Sebelumnya dalam serangan Israel di Gaza pada Jumat, 18 Juli, belasan orang tewas termasuk 8 orang yang berasal dari satu keluarga. Bahkan di antara 8 korban jiwa tersebut, empat di antaranya anak-anak. Dikatakan Qudra, mereka terkena tembakan tank ke rumah mereka di Gaza utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, serangan darat ini perlu untuk mengatasi keberadaan terowongan-terowongan tersebut. Meski diakui Netanyahu, tak ada jaminan operasi ini akan berhasil 100 persen untuk menghancurkan terowongan tersebut.
Terkait operasi militer Israel, Presiden AS Barack Obama menegaskan dukungan AS atas hak Israel untuk mempertahan diri. Namun ditambahkan Obama, Washington sangat prihatin akan jatuhnya korban jiwa warga sipil tak bersalah. Obama pun berharap Israel akan beroperasi dengan cara meminimalisir jatuhnya korban warga sipil.
(ita/ita)











































