Pesawat Boeing 777 yang mengangkut 298 orang, termasuk 28 warga Australia, jatuh di kawasan Ukraina timur yang dikuasai para separatis pro-Rusia pada Kamis, 17 Juli lalu. Pejabat-pejabat Amerika Serikat meyakini pesawat tersebut ditembak jatuh dengan sebuah rudal darat-ke-udara.
Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbot mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (19/7/2014), bencana ini adalah kejahatan, bukan kecelakaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Abbott telah menegaskan, Australia akan melakukan apapun untuk menyeret para pelaku tragedi MH17 ke pengadilan. Dikatakannya, penyelidikan internasional atas peristiwa ini perlu dimulai secepat mungkin.
"Australia akan melakukan apapun yang bisa kami lakukan sebagai manusia untuk memastikan masalah ini benar-benar diselidiki secara menyeluruh," tegas Abbott kepada para wartawan di Canberra, Australia.
(ita/ita)











































