Najib telah berbicara via telepon dengan Putin pada Jumat, 18 Juli kemarin untuk menekankan perlunya penyelidikan yang obyektif dan tak terhambat atas musibah yang menewaskan 298 orang itu.
"Saya juga mengatakan pada Putin bahwa lokasi tersebut hendaknya tidak diganggu sebelum tim memulai penyelidikan," tutur Najib seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (19/7/2014).
Pesawat Malaysia Airlines (MAS) Boeing 777 jatuh di areal kebun jagung di Donetsk, wilayah Ukraina timur yang dikuasai para separatis pro-Rusia. Amerika Serikat mengklaim pesawat tersebut ditembak jatuh dengan sebuah rudal, kemungkinan oleh para pemberontak pro-Rusia di Ukraina.
Menurut sumber MAS, tim Malaysia yang akan tiba di Kiev tersebut sebanyak 62 orang. Di antara mereka termasuk dua penyelidik kecelakaan udara ternama yang telah diundang Ukraina untuk ikut serta dalam penyelidikan tragedi ini.
(ita/ita)











































