Namun Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak mengatakan, Presiden Rusia Vladimir Putin telah membantah negaranya punya kemampuan menembak jatuh pesawat Boeing 777-200 tersebut.
Bantahan ini telah disampaikan Putin kepada Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak dalam percakapan via telepon pada Jumat, 18 Juli kemarin. Demikian seperti diberitakan New Straits Times, Sabtu (19/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak dapat menarik kesimpulan berdasarkan firasat. Kita harus melihat masalah ini berdasarkan bukti kuat dan fakta-fakta tak terbantahkan," ujar Najib.
Sebelumnya, Putin mencetuskan bahwa Ukraina bertanggung jawab atas penembakan MH17 di perbatasan Rusia-Ukraina itu.
"Tragedi ini tidak akan terjadi jika ada perdamaian di wilayah ini, juga jika aksi militer tak kunjung mereda di Ukraina timur. Tentu saja, negara yang bersangkutan (Ukraina) harus bertanggung jawab atas tragedi mengerikan ini," ujar Putin saat membuka pertemuan dengan para penasihat ekonominya pada Jumat, 18 Juli.
(ita/ita)











































