"Pesawat ini memiliki catatan pemeliharaan yang baik. Semua sistem di pesawat tersebut berfungsi normal," kata Gorter dikutip dari AFP.
Seminggu sebelumnya, pesawat yang jatuh di selatan Ukraina dimana wilayah tersebut dikuasai kelompok separatis pro Rusia, menjalani perawatan di fasilitas milik maskapai tersebut di Kuala Lumpur. Pengecekan selanjutnya dilakukan September 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak maskapai penerbangan yang terbang melalui wilayah udara tersebut. Ini adalah kejadian tragis yang terjadi pada kami," kata Gorter.
Penerbangan ini membawa 280 penumpang dan 15 kru pesawat. Pesawat naas itu diduga ditembak dengan roket dan semuanya tewas pada Kamis (17/7/2014).
Belum diketahui pihak yang bertanggung jawab terkait penembakan pesawat sipil dengan total korban meninggal 295 penumpang itu.
(ahy/ahy)










































