"Seharusnya ini dikonfirmasi, hal ini merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan menjadi pelanggaran berat pada manusia," ujar Liow Tiong Lai, dalam jumpa pers seperti dilansir dari AFP, Jumay (18/7/2014).
Pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17 sedang dalam penerbangan dari Amsterdam, Belanda menuju ke Kuala Lumpur, Malaysia dengan membawa 298 penumpang dan kru di dalamnya. Keseluruhan penumpang dan kru itu tidak ada yang ditemukan selamat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, otoritas Rusia dan Ukraina saling tuding terkait tragedi yang menewaskan 298 orang ini. Rusia meyakini Ukraina yang bertanggung jawab karena pesawat tersebut jatuh di dalam wilayah Ukraina. Sedangkan Ukraina menyalahkan separatis pro-Rusia yang diyakini juga dibantu oleh Rusia.
(dha/nwk)











































