Puan Sri Siti Amirah diyakini merupakan salah satu dari 43 warga negara Malaysia yang ada di dalam pesawat MAS MH17 yang ditembak jatuh di wilayah Ukraina Timur pada Kamis (17/7) sore waktu setempat. Siti diketahui berdarah Indonesia dan tinggal di Yogyakarta, namun memegang kewarganegaraan Malaysia.
Berbicara kepada media Malaysia, The Star, Jumat (18/7/2014), juru bicara keluarga Najib, Datin Dr Faridah Abdullah menyebutkan bahwa meski berusia lanjut, Siti terbang seorang diri dari Amsterdam untuk pulang ke Yogyakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia wanita yang sangat, sangat baik. Baik hati, wanita yang cantik. Dia seorang ibu rumah tangga yang merawat kakek saya dengan sangat baik. Kami memanggilnya 'ibu'," terang Faridah.
Faridah yang juga ketua Yayasan Mohammad Noah ini menuturkan bahwa Siti pergi ke Amsterdam untuk berlibur dengan putri semata wayangnya dari pernikahannya yang lain. Menurut Faridah, putri Siti seharusnya menumpang penerbangan yang sama untuk pulang ke Yogyakarta, namun tidak berhasil mendapatkan pesawat yang sama dengan ibunya.
Tidak dijelaskan lebih lanjut apa kewarganegaraan putri Siti tersebut. Namun Faridah menjelaskan, bahwa Siti dan putrinya berniat merayakan Idul Fitri di Yogyakarta bersama dengan keluarganya yang lain.
"Dia (Siti) juga memiliki keluarga di Amsterdam, dan sering pergi bolak-balik ke sana. Dia juga rutin berkunjung ke Malaysia dan sangat cinta Malaysia," tutup Faridah.
Pernyataan resmi pihak maskapai MAS menyebutkan ada total 298 orang di dalam pesawat tersebut. Rinciannya, yakni 154 warga Belanda, 43 warga Malaysia termasuk 15 awak dan 2 bayi, kemudian 27 warga Australia, 12 warga Indonesia termasuk 1 bayi, 9 warga Inggris, 4 warga Jerman, 4 warga Belgia, 3 warga Filipina, 1 warga Kanada, serta 41 orang yang belum terverifikasi kewarganegaraannya.
(nvc/nrl)










































