Nenek Tiri PM Malaysia yang Berdarah Indonesia Ada di Dalam Pesawat MH17

Nenek Tiri PM Malaysia yang Berdarah Indonesia Ada di Dalam Pesawat MH17

- detikNews
Jumat, 18 Jul 2014 16:39 WIB
Nenek Tiri PM Malaysia yang Berdarah Indonesia Ada di Dalam Pesawat MH17
PM Malaysia Najib Razak
Kuala Lumpur - Nama-nama penumpang korban tragedi Malaysia Airlines (MAS) MH17 belum dirilis, namun mulai bermunculan ke publik. Salah satunya seorang wanita berusia 83 tahun yang disebut sebagai nenek tiri Perdana Menteri Najib Razak.

Puan Sri Siti Amirah diyakini merupakan salah satu dari 43 warga negara Malaysia yang ada di dalam pesawat MAS MH17 yang ditembak jatuh di wilayah Ukraina Timur pada Kamis (17/7) sore waktu setempat. Siti diketahui berdarah Indonesia dan tinggal di Yogyakarta, namun memegang kewarganegaraan Malaysia.

Berbicara kepada media Malaysia, The Star, Jumat (18/7/2014), juru bicara keluarga Najib, Datin Dr Faridah Abdullah menyebutkan bahwa meski berusia lanjut, Siti terbang seorang diri dari Amsterdam untuk pulang ke Yogyakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Faridah, Siti menikah dengan kakek PM Najib, Tan Sri Mohammad Noah Omar, sebagai istri kedua. Noah sendiri telah meninggal dunia pada tahun 1990 lalu.

"Dia wanita yang sangat, sangat baik. Baik hati, wanita yang cantik. Dia seorang ibu rumah tangga yang merawat kakek saya dengan sangat baik. Kami memanggilnya 'ibu'," terang Faridah.

Faridah yang juga ketua Yayasan Mohammad Noah ini menuturkan bahwa Siti pergi ke Amsterdam untuk berlibur dengan putri semata wayangnya dari pernikahannya yang lain. Menurut Faridah, putri Siti seharusnya menumpang penerbangan yang sama untuk pulang ke Yogyakarta, namun tidak berhasil mendapatkan pesawat yang sama dengan ibunya.

Tidak dijelaskan lebih lanjut apa kewarganegaraan putri Siti tersebut. Namun Faridah menjelaskan, bahwa Siti dan putrinya berniat merayakan Idul Fitri di Yogyakarta bersama dengan keluarganya yang lain.

"Dia (Siti) juga memiliki keluarga di Amsterdam, dan sering pergi bolak-balik ke sana. Dia juga rutin berkunjung ke Malaysia dan sangat cinta Malaysia," tutup Faridah.

Pernyataan resmi pihak maskapai MAS menyebutkan ada total 298 orang di dalam pesawat tersebut. Rinciannya, yakni 154 warga Belanda, 43 warga Malaysia termasuk 15 awak dan 2 bayi, kemudian 27 warga Australia, 12 warga Indonesia termasuk 1 bayi, 9 warga Inggris, 4 warga Jerman, 4 warga Belgia, 3 warga Filipina, 1 warga Kanada, serta 41 orang yang belum terverifikasi kewarganegaraannya.

(nvc/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini