Rapat darurat tersebut akan diikuti oleh 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB termasuk Rusia, yang kini menjadi salah satu pihak yang diduga bertanggung jawab atas tragedi ini. Rapat akan digelar Jumat (18/7) pagi waktu AS.
Menurut draf pernyataan yang sempat diamati oleh Reuters, menyerukan adanya investigasi mendalam atas tragedi tersebut yang dilakukan sesuai dengan panduan penerbangan sipil internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Draf tersebut juga menekankan perlunya akses yang penuh ke lokasi kejadian, yang kini dikuasai oleh separatis pro-Rusia. "Penyelidikan internasional yang independen, menyeluruh dan penuh," jelas draf tersebut.
Sementara itu, dalam pernyataan resminya, Sekjen PBB Ban Ki Moon menyatakan dirinya memantau secara intens perkembangan soal MAS MH17 ini. Sekjen Ban juga menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban.
"Saya memantu dengan dekat laporan yang ada, bersama dengan International Civil Aviation Organization, sebuah badan PBB. Jelas dibutuhkan penyelidikan internasional yang transparan dan menyeluruh," tegas Sekjen Ban.
"Untuk saat ini, saya menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga dan orang terkasih dari para korban dan rakyat Malaysia," imbuhnya.
(nvc/mad)










































