"Ini adalah hari yang tragis, yang juga menjadi tahun yang tragis Malaysia," ujar Perdana Menteri Malaysia Najib Razak seperti yang dilansir situs resmi Malaysia Airlines, Jumat (18/7/2014).
Najib menyampaikan duka yang mendalam bagi para kru dan penumpang yang ada di dalam pesawat tersebut. Terlebih sebanyak 15 orang kru, termasuk dua pilot merupakan warga negara Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Najib juga mengatakan, rute penerbangan yang mellintasi wilayah Ukraina tersebut telah dinyatakan aman oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. Meski telah dilaporkan bahwa pesawat tersebut jatuh karena ditembak roket, PM Najib belum mau memastikan penyebabnya. Pihaknya juga telah mengirimkan tim khusus untuk menyelidiki kejadian nahas tersebut.
"Pemerintah Malaysia akan mengirim penerbangan khusus untuk Kiev, membawa bantuan Malaysia khusus bencana dan tim rescue, serta tim medis," katanya.
"Pihak berwenang Ukraina percaya bahwa pesawat itu ditembak jatuh. Pada tahap awal ini, bagaimanapun, Malaysia tidak dapat memastikan penyebab tragedi ini. Tapi kita harus dan kami akan mencari tahu persis apa yang terjadi pada penerbangan ini," tambahnya.
Sebelumnya, pada 8 Maret 2014, Malaysia juga dirundung duka dengan hilangnya Malaysia Airlines MH370. Hingga kini masih belum jelas kabar hilangnya pesawat yang mengangkut 227 penumpang tersebut. Berbagai negara ikut serta untuk mencari keberadaan pesawat rute Kuala Lumpur-Beijing tersebut.
(jor/nrl)











































