Jatuhnya pesawat MH17 sepertinya semakin memperuncing konflik Ukraina vs Rusia. Media Ukraina mengutip pejabat di Kiev yang merilis percakapan separatis pro Rusia di Ukraina dengan intelijen Rusia. Ukraina menyebut Rusia terlibat dalam penembakan MH17.
Rekaman percakapan tersebut dilansir oleh media Ukraina The Kyiv Post, Jumat (18/7/2014) mengutip penjelasan dari Kepala Badan Keamanan Ukraine (BSU) Valentyn Nalivaichenko dalam jumpa pers hari Kamis malam waktu setempat.
Nalivaichenko menyebut pemerintah Ukrania sedang mengumpulkan semua bukti untuk proses penyelidikan, termasuk sadapan telepon antara seorang komandan militan dari Republik Rakyat Donetsk bernama Igor Bezler dan seseorang yang diyakini sebagai kolonel angkatan bersenjata Rusia, Vasili Geranin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pilot, di mana pilotnya?" jawab Vasili.
Selanjutnya terdengar dua orang membahas adanya serangan di mana salah satu di antaranya mengatakan bahwa pesawat berantakan di udara.
"Kami telah menemukan korban tewas pertama, seorang warga sipil," tuturnya kemudian.
"Singkatnya itu adalah 100 persen pesawat penumpang," lanjutnya.
Militan itu mencatat puing-puing yang jatuh masuk ke halaman rumah dan menyatakan bahwa tidak ada yang tersisa kecuali badan pesawat, kursi, dan barang-barang seperti peralatan medis, handuk, dan kertas toilet.
"Pesawat ditembak jatuh di daerah Snizhne-Torez," ujar militan itu.
"Ini adalah pesawat sipil, jatuh di dekat Grabove. Ada banyak mayat perempuan dan anak-anak. Cossack keluar untuk melihat semua itu," terdengar kemudian.
"Mereka mengatakan di TV itu adalah pesawat transportasi AN-26, tetapi mereka mengatakan ada tulisan Malaysia Airlines di pesawat tersebut. Untuk apa pesawat itu di wilayah Ukraina?"
"Itu berarti mereka membawa mata-mata. Mereka tidak boleh terbang di daerah itu. Ada perang terjadi," jawab seorang pria yang diduga menjadi komandan militan.
Berdasar penelusuran detikcom, AN-26 adalah pesawat kargo militer Ukraina.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyangkal keterlibatan negaranya dengan menyebut bahwa penembakan itu adalah tanggung jawab pemerintah Ukraina. Sedangkan pejabat-pejabat Ukraina menyebut separatis yang didukung Kremlin itu salah tembak, mereka mengira pesawat itu adalah pesawat militer Ukraina yang melintas di wilayah konflik.
(rna/nrl)










































