Informasi Simpang Siur Soal Keberadaan Kotak Hitam MAS MH17

Informasi Simpang Siur Soal Keberadaan Kotak Hitam MAS MH17

- detikNews
Jumat, 18 Jul 2014 08:24 WIB
Informasi Simpang Siur Soal Keberadaan Kotak Hitam MAS MH17
Puing MAS MH17 (Reuters)
Moskow - Puing-puing pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17 berserakan di daratan usai pesawat tersebut ditembak jatuh roket di wilayah Ukraina. Kotak hitam pesawat yang menjadi kunci penting dalam insiden ini, telah dibawa ke Moskow, Rusia untuk dianalisis.

Radio Rusia, Kommersant FM, seperti dilansir Daily Beast, Jumat (18/7/2014), melaporkan bahwa kotak hitam MAS MH17 telah ditemukan dan kini dalam perjalanan ke Moskow.

Sedangkan versi media lainnya, Reuters, melaporkan bahwa separatis pro-Rusia telah menemukan kotak hitam pesawat. Tidak jauh berbeda, media Rusia lainnya, Interfax, juga menyebut kelompok separatis pro-Rusia yang memiliki kotak hitam tersebut.

Berbicara dengan Konstantin Knyrik, selaku kepala pusat informasi yang menghubungan 'South-Eastern Front' di Ukraina, disebutkan bahwa rekaman data pesawat telah ditemukan dan telah diserahkan kepada ahli. Tidak disebutkan lebih jelas ahli yang dimaksud.

Artikel Interfax tersebut juga mengklaim bahwa Wakil Perdana Menteri pro-Rusia Andriy Purgin menjanjikan akan mengirimkan rekaman data pesawat MH17 ke Moskow segera setelah menemukan kotak hitam.

Apapun informasi yang beredar di publik, belum ada foto kredibel yang menunjukkan kotak hitam MAS MH17 telah ditemukan. Laporan-laporan soal kotak hitam tersebut juga belum mendapat konfirmasi dari otoritas resmi, baik Ukraina maupun Rusia, serta pihak MAS sendiri.

Kotak hitam MAS MH17 memegang informasi penting terkait detik-detik terakhir sebelum pesawat jatuh. Kini, baik Rusia maupun Ukraina masih saling tuding soal roket siapa yang menjatuhkan pesawat tersebut.

Apapun itu, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengingatkan bahwa temuan apapun terkait MH17 tidak seharusnya dipindahkan secara sepihak. PM Najib juga meminta agar tim internasional mendapat akses penuh ke lokasi kejadian.

"Seluruh tim internasional harus mendapat akses penuh ke lokasi jatuhnya pesawat. Dan tidak ada satu pun pihak yang bisa mengintervensi area tersebut, atau memindahkan puing-puing, termasuk kotak hitam," tegasnya seperti dilansir Sydney Morning Herald.

(nvc/mad)


Berita Terkait