Gencatan Senjata 5 Jam, Warga Gaza Berbondong-bondong Datangi Bank

Gencatan Senjata 5 Jam, Warga Gaza Berbondong-bondong Datangi Bank

- detikNews
Kamis, 17 Jul 2014 17:40 WIB
Gencatan Senjata 5 Jam, Warga Gaza Berbondong-bondong Datangi Bank
Warga Gaza mengantre di bank (Reuters)
Gaza City -

Gencatan senjata sementara antara Israel dengan Hamas mulai diberlakukan di Gaza. Hanya berlangsung selama 5 jam, warga Palestina di Gaza memanfaatkan waktu ini untuk mengambil uang di bank dan pergi ke toko setempat.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (17/7/2014), ratusan warga Palestina mengantre di luar bank-bank setempat. Ada yang berniat menarik uang tunai dari rekening mereka. Namun ada juga yang mengambil gaji mereka yang belum sempat diambil karena adanya gempuran Israel.

"Kami di sini untuk mengambil gaji kami. Alhamdulillah untuk ketenangan ini dan kami harap ini akan bertahan," ucap seorang warga Gaza, Zakaria Ahmed (35) yang juga mengantre di bank.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami harap Mesir membawa gencatan senjata yang baik, kami harap pembunuhan akan berhenti dan perbatasan (Gaza) akan dibuka kembali," imbuhnya.

Sejumlah warga Palestina lainnya memilih pergi belanja makanan dan kebutuhan mereka di toko-toko yang buka saat gencatan senjata diberlakukan. Pemandangan berbeda terlihat selama 10 hari terakhir saat Israel terus menggempur sebagian besar wilayah Gaza. Dari yang tadinya jalanan Gaza sangat sepi, kini kembali hidup dan lalu lintas kembali ramai.

Gencatan senjata kemanusiaan yang bersifat sementara dan hanya berlangsung selama 5 jam ini berlaku mulai dari pukul 10.00 waktu setempat hingga pukul 15.00 waktu setempat. Ini merupakan permintaan PBB. Baik Israel dan juga Hamas sepakat mengabulkan permintaan PBB tersebut.

PBB meminta kedua pihak menghentikan sementara pertempuran agar bantuan bisa masuk ke Gaza. Kemudian juga agar sejumlah perbaikan bisa dilakukan dan mereka yang terluka di Gaza bisa mendapat perawatan medis yang layak.

Sejauh ini, korban jiwa akibat serangan Israel di Gaza mencapai 230 orang. Sedangkan jumlah korban luka mencapai sebanyak 1.690 warga Palestina. Menurut data yang disediakan organisasi HAM Palestina yang berbasis di Gaza, Palestinian Centre for Human Rights (PCHR), lebih dari 80 persen korban operasi militer Israel ini adalah warga sipil.

(nvc/ita)


Berita Terkait