Jam Pulang Kantor, Stasiun Notting Hill Gate Inggris Serasa di Sudirman

Laporan dari London

Jam Pulang Kantor, Stasiun Notting Hill Gate Inggris Serasa di Sudirman

- detikNews
Kamis, 17 Jul 2014 06:27 WIB
Jam Pulang Kantor, Stasiun Notting Hill Gate Inggris Serasa di Sudirman
Suasana di Stasiun Notting Hill Gate Inggri saat jam pulang kantor (Andi Saputra/detikcom)
London - Di jam-jam sibuk, suasana 'The Underground' di London serasa di Stasiun Sudirman, Jakarta. Seperti terlihat di Notting Hill Gate, London, Rabu (16/7/2017).

Ratusan warga London antri menanti datangnya kereta dari berbagai arah pada pukul 06.00 WIB atau 17.00 waktu setempat. Mereka mengantri hingga beberapa baris ke belakang.

Bedanya dengan Jakarta, mereka terlihat dendy dengan jas atau kemeja karena London udaranya sejuk, meski cahaya penuh menyinari ibukota Inggris itu. Adapun kereta datang per 2 menit sehingga antrian masih sabar menunggu kedatangan kereta berikutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alhasil warga tidak perlu berdesak-desakan di kereta. Sedangkan di Jakarta, penumpang kereta bak pepesan ikan. Malah kadang pintu kereta tak bisa dibuka.

Nah, jika Jakarta baru melakukan tahap awal pembangunan MRT, London telah melakukannya 100 tahun lalu. Saat Indonesia masih dijajah Belanda, Inggris telah membangun jalur kereta api bawah tanah yang terintegrasi dengan trem dan bus, menjadi bagian dari sistem transportasi terpadu. Pembangunan makin maju ketika pada tahun 1933 dibentuk Badan Transportasi Penumpang London atau London Transport.

Saat ini, Transport for London (TfL) merupakan badan wajib yang bertanggungjawab atas sebagian besar sistem transportasi di London Raya. Badan ini dijalankan oleh sebuah lembaga dan seorang komisaris yang ditunjuk oleh Wali kota London.

Namun kini, warga London tidak sedikit yang memakai sepeda ontel jika bepergian keliling London. Kampanye bersepeda di London digalakkan untuk mewujudkan lingkungan yang lebih sehat. Di setiap pojok juga terdapat rental sepeda yang berjejer rapi terkunci.

Jika ingin memakainya, tinggal gesek kartu kredit di tempat sepeda tersebut dan kunci terbuka. Nantinya ada pilihan biaya, tergantung akan memakai berapa jam.

Mungkin London tengah mengikuti jejak Belanda atau Kopenhagen sebagai kota sepeda. Bagaimana dengan Jakarta?

(asp/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads