Ratusan warga London antri menanti datangnya kereta dari berbagai arah pada pukul 06.00 WIB atau 17.00 waktu setempat. Mereka mengantri hingga beberapa baris ke belakang.
Bedanya dengan Jakarta, mereka terlihat dendy dengan jas atau kemeja karena London udaranya sejuk, meski cahaya penuh menyinari ibukota Inggris itu. Adapun kereta datang per 2 menit sehingga antrian masih sabar menunggu kedatangan kereta berikutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, jika Jakarta baru melakukan tahap awal pembangunan MRT, London telah melakukannya 100 tahun lalu. Saat Indonesia masih dijajah Belanda, Inggris telah membangun jalur kereta api bawah tanah yang terintegrasi dengan trem dan bus, menjadi bagian dari sistem transportasi terpadu. Pembangunan makin maju ketika pada tahun 1933 dibentuk Badan Transportasi Penumpang London atau London Transport.
Saat ini, Transport for London (TfL) merupakan badan wajib yang bertanggungjawab atas sebagian besar sistem transportasi di London Raya. Badan ini dijalankan oleh sebuah lembaga dan seorang komisaris yang ditunjuk oleh Wali kota London.
Namun kini, warga London tidak sedikit yang memakai sepeda ontel jika bepergian keliling London. Kampanye bersepeda di London digalakkan untuk mewujudkan lingkungan yang lebih sehat. Di setiap pojok juga terdapat rental sepeda yang berjejer rapi terkunci.
Jika ingin memakainya, tinggal gesek kartu kredit di tempat sepeda tersebut dan kunci terbuka. Nantinya ada pilihan biaya, tergantung akan memakai berapa jam.
Mungkin London tengah mengikuti jejak Belanda atau Kopenhagen sebagai kota sepeda. Bagaimana dengan Jakarta?
(asp/vid)











































