Ngabuburit di London Eye Setelah 19 Jam Puasa

Laporan dari London

Ngabuburit di London Eye Setelah 19 Jam Puasa

- detikNews
Kamis, 17 Jul 2014 02:15 WIB
Ngabuburit di London Eye Setelah 19 Jam Puasa
Foto: Andi Saputra/detikcom
London -

Puluhan warga London dan ratusan wisatawan tampak asik berfoto. Tidak sedikit yang olahraga lari atau main sepeda. Dengan latar belakang Big Ben, London sangat indah dinikmati di sore hari.

Detikcom berkesempatan menikmati musim panas di negara kerajaan itu atas undangan Garuda Indonesia, Rabu (16/7/2014). Di musim ini, sangat nyaman untum berlibur. Selain udaranya sejuk, juga bisa melihat langit biru. Cahaya penuh tapi udara sejuk.

Namun hal ini menjadikan waktu siang hari cukup lama, 19 jam. Bagi muslim, puasa di musim panas merupakan kisah sendiri yang lebih religius karena waktu puasa cukup lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sahur jam 02.00 AM. Jam 02.30 AM sudah subuh, " kata mahasiswa asal Indonesia, Jay.

Adapun untuk maghrib, matahari mulai temaram pukul 10.00 PM. Alhasil, waktu puasa sangat lama jika dibandingkan Indonesia. "Ini pertama saya puasa di sini. Nikmati saja. Soal waktu yang lebih lama? Hem...ya bismillah saja," kata mahasiswa S2 Teknik Informartika itu yang baru 6 bulan di London itu.

Saat waktu mulai memasuki pukul 21.00 waktu setempat, langit mulai redup. Kami hanya duduk-duduk di kursi taman sambil melihat berbagai kreasi pengamen. Dari sulap, menyanyi seriosa hingga breakdance dengan latara belakang Big Ben dan London Eye.

Saat waktu menjelang maghrib, kami membeli minum air mineral, jus dan snack. Saat waktu maghrib tiba, kami buru- buru membatalkan puasa dan segera bergegas ke stasiun bawah tanah.

"Mari kita buka puasa enak, ayo ke China Town," ujar teman lainnya, Putra Sianipar yang non muslim.

Setelah 30 menit perjalanan (termasuk dengan jalan kaki), kami menuju sebuah restoran China. Makanan enak di sini berupa bebek panggang yang membuat lidah bergoyang. Ditemani tahu dan sayur, menu ini menjadi makanan enak paling murah untuk mahasiswa Indonesia.

"Paling kita sebulan sekali," kata Putra.

Sebab, meski murah tapi bagi mahasiswa harga tersebut cukup menguras kocek. Untuk 5 orang, satu paket tersebut seharga 50 poundsterling. Dengan harga itu, kita bisa menambah nasi dengan gratis. Untuk minum, cukup air putih yang juga gratis mau berapa pun minta isi ulang.

"Insya Allah halal," kata Jay tertawa.

(asp/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads