AS Terus Upayakan Gencatan Senjata Israel dengan Hamas

AS Terus Upayakan Gencatan Senjata Israel dengan Hamas

- detikNews
Rabu, 16 Jul 2014 10:46 WIB
AS Terus Upayakan Gencatan Senjata Israel dengan Hamas
Ilustrasi
Washington -

Amerika Serikat menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Hal ini tetap diupayakan AS meskipun Hamas menolak usulan gencatan senjata dan Israel kembali melanjutkan gempuran udaranya di Gaza.

Dalam proposal gencatan senjata yang diajukan Mesir, disebutkan bahwa Menteri Luar Negeri AS John Kerry akan kembali ke wilayah tersebut untuk membantu penerapan gencatan senjata antara Israel dengan Hamas.

Namun dengan gagalnya rencana untuk mengakhiri aksi saling serang antara Israel-Hamas yang kini memasuki hari kesembilan, AS menyatakan tetap mengupayakan perundingan damai antara kedua belah pihak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan terus mengupayakannya. Menlu (Kerry) akan tetap kontak dengan pihak-pihak terkait," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki kepada wartawan setempat, seperti dilansir AFP, Rabu (16/7/2014).

"Dalam pandangan kami, kita semua perlu mengingat apa yang dipertaruhkan di sini: kami akan terus melanjutkan upaya bagi gencatan senjata," imbuhnya.

Psaki menekankan bahwa posisi pemerintahan Presiden Barack Obama tetap pada keyakinan bahwa Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri dari serangan roket Hamas. Menurut Psaki, tujuan AS dalam hal ini adalah penghentian konflik.

Lebih lanjut, Psaki mengecam keras jatuhnya korban jiwa warga sipil dalam konflik di Gaza. "Kita telah melihat adanya laporan korban jiwa dari Palestina, termasuk anak-anak. Itu sangat mengerikan," ucapnya.

"Dan itulah mengapa kami ingin mengakhiri semua yang terjadi di lapangan dan kembali pada gencatan senjata," imbuhnya.

Pada Senin (14/7), Mesir mengajukan proposal gencatan senjata bagi Israel dan Hamas. Pihak Israel menyambut baik usulan tersebut dan setelah menggelar rapat kabinet, mereka menyatakan menerima proposal Mesir tersebut. Namun di sisi lain, Hamas menolak mentah-mentah proposal Mesir tersebut.

Hamas terus meluncurkan roket ke wilayah Israel, dan ini memancing Israel untuk mengumumkan bahwa serangan udara ke Gaza kembali dilakukan. Sejauh ini korban tewas melebihi angka 200 jiwa, yang sebagian besar warga sipil Palestina.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads