Gempuran Udara Israel Targetkan Rumah Pemimpin Senior Hamas

Gaza Membara

Gempuran Udara Israel Targetkan Rumah Pemimpin Senior Hamas

- detikNews
Rabu, 16 Jul 2014 09:25 WIB
Gempuran Udara Israel Targetkan Rumah Pemimpin Senior Hamas
Reuters
Gaza City - Pesawat perang Israel terus membombardir wilayah Gaza memasuki hari kesembilan. Kali ini, Israel menargetkan kediaman pemimpin senior Hamas sebagai sasaran serangannya.

Seperti dilansir AFP, Rabu (16/7/2014), serangan udara Israel mengenai kediaman tokoh senior Hamas yang ada di Gaza City bagian barat. Rumah Mahmud al-Zahar rata dengan tanah setelah digempur Israel pada Rabu (16/7) pagi.

Namun sejumlah saksi mata menuturkan bahwa rumah tersebut dalam keadaan kosong ketika terkena gempuran Israel. Tidak disebutkan lebih lanjut keberadaan pemimpin senior Hamas tersebut dan keluarganya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan terpisah mengenai wilayah Gaza City lainnya dan Jabalia, yang juga menjadi lokasi rumah sedikitnya tiga tokoh senior Hamas. Tidak ada laporan korban jiwa dalam gempuran Israel di tiga kediaman tokoh Hamas tersebut.

Serangan-serangan Israel sejak Rabu (16/7) dini hari tersebut, terjadi setelah jatuh korban tewas pertama dari Israel. Hamas disebutkan telah meluncurkan nyaris 1.000 roket ke wilayah Israel.

Warga Israel yang tewas diidentifikasi bernama Dror Hanin (37) dari Tepi Barat dan seorang warga sipil. Hanin tewas setelah terkena serangan roket Hamas di dekat perbatasan Erez, pada Selasa (15/7) tengah malam. Dilaporkan bahwa Hanin tewas ketika sedang membagikan makanan bagi tentara Israel yang bertugas di wilayah tersebut.

Kelompok sayap bersenjata Hamas, Ezzedine al-Qassam Brigades mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket yang menewaskan Hanin tersebut. Sejauh ini, korban tewas dari pihak Israel baru dilaporkan satu orang.

Namun korban tewas dari pihak Palestina mencapai lebih dari 200 orang. Informasi terbaru menyebutkan, korban tewas hingga Rabu (16/7) pagi mencapai 202 orang setelah Israel kembali melancarkan serangan udara di Gaza.

(nvc/fdn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads