"Sekitar 800 pejuang Kurdi melintasi perbatasan Turki dan Suriah untuk membantu kawan mereka di Ain al-Arab yang dikepung oleh kelompok
Islamic State Jihadists (IS)," ujar Direktur Pemanatau HAM Rami Abdel Rahman, seperti diberitakan AFP, (15/7/2014).
Seorang aktivis Suriah dari suku Kurdi, Havidar membenarkan pernyataan itu. Dirinya mengatakan kelompok pejuangan itu kebanyakan berasal Kurdistan Workers' Party (PKK), yang dicap sebagai organisasi teroris di Tukri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kelompok terakhir tiba tadi malam, setelah mendapatkan perintah dari pimpinan tertinggi PKK. Semalam, ada perayaan di Kobane. Pejuang menembakkan senjata ke udara saat mereka tiba di kota," ujarnya.
Kelompok Kurdi Suriah telah berperang dengan kelompok IS sejak berbulan-bulan lalu. "Tetapi ini adalah pertama kalinya kelompok IS berhasil bergerak maju, sementara kelompok Kurdi terdesak mundur. hal ini dikarenakan IS mendapatkan pasokan senjata dari Irak," terang Havidar.
"Kelompok Kurdi yang membantu melakukan perlawanan berasal dari mana-mana, seperti Turki, Iran, Suriah dan lain-lain. Bahkan beberapa kelompok Kurdi yang berbasis di Eropa mengatakan mereka ingin pergi berperang," tambahnya.
(fiq/fdn)











































