"Rumah kami juga rata dengan tanah," lapor Abdillah Onim dalam rilis yang dikirim PPPA Daarul Quran yang diterima, Selasa (15/7).
Padahal, tutur Koordinator Graha Tahfidz Daarul Quran Indonesia itu, sejak 11 bulan lalu sudah mensterilkan titik pelontar roket dari sekitar Graha Daqu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Graha Tahfidz Quran Indonesia mulai diroket pada Senin, 7 Juli 2014, yang menghancurkan akses jalan, tembok luar, kaca-kaca, dan sebagian atap bangunan. Namun sudah tidak kondusif untuk dipakai para santri Penghafal Quran. Bahkan seorang wali santri yang bernama Abu Jabal Basliqy, tewas terkena roket ketika tengah menumpang mobil di Gaza City.
Waktu itu, pukul 16.00 waktu Gaza, sebuah jet tempur F16 Israel terbang rendah di atas apartemen keluarga Abdillah. Tiba-tiba jet itu menembakkan sebuah roket seberat 1 ton. Roket yang mampu mengejar sasaran sejauh 1 km itu panjangnya lebih 2 meter.
Roket Israel jatuh hanya 20 meter dari kediaman Abdillah. Akibatnya, tembok apartemen hancur, demikian juga genteng dan kaca-kaca pecah berantakan. Titik jatuhnya roket menimbulkan kubangan sedalam 50 meter dengan diameter sekitar 15 meter.
"Saat serangan roket, saya bersama anak dan istri sedang berada di dalam rumah. Alhamdulillah kami selamat dan tidak terluka sedikitpun, akan tetapi tetangga kami Muhammad Jomah mengalami luka-luka akibat terkena serpihan roket," tutur Abdillah.
Dengan hanya membawa laptop, kamera dan paspor, Abdillah mengajak keluarganya mengungsi. Istrinya, Rajaa Al Hirthani yang tengah hamil 7 bulan, hanya menenteng tas jinjing kecil. Sedangkan putri mereka, Marwiyah Filind (3), digendong sang ayah sambil memeluk boneka biru kecil.
Perhitungan Abdillah tepat. Esok harinya hingga Senin 14 Juli 2014, Israel terus menghujani rumahnya dan Graha dengan roket yang sama. Kedua sasaran pun tak lagi bisa dihuni.
Sedih memang, namun Abdillah Onim tidak putus asa. "Allah Yang Maha Kuasa akan mengalahkan Israel dan menggerakkan kaum muslimin Indonesia untuk membangun kembali Graha Tahfidz Daarul Quran di lokasi yang sama," serunya optimis.
Ustadz Yusuf Mansur menyeru masyarakat Indonesia untuk mengerahkan infak dan sedekah guna membantu meringankan penderitaan warga Gaza.
"Mari kita bantu warga Gaza korban agresi Israel. Mari kita bangun kembali Graha Tahfidz Quran untuk para penghafal Al Qurโan di Gaza. Allah Maha Kuasa, jauh di atas kuasa Israel untuk menghancurkannya," kata Ustadz Yusuf.
Infak dan sedekah silakan melalui Rekening BCA nomor 6030308059 atas nama Yayasan Daarul Quran Nusantara.
(nwk/nrl)










































