"Kabinet telah memutuskan untuk menerima usulan Mesir soal gencatan senjata yang dimulai pukul 9 pagi hari ini," kata Ofir Gendelman, juru bicara Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu seperti dilansir AFP, Selasa (15/7/2014).
Beberapa jam sebelumnya, para menteri Israel sengaja menggelar rapat untuk membahas proposal Mesir tentang gencatan senjata dengan Hamas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gencatan senjata tanpa tercapainya kesepakatan, akan ditolak. Pada masa perang, Anda tidak bisa begitu saja melakukan gencatan senjata dan kemudian bernegosiasi," cetus juru bicara Hamas, Fawzi Barhum kepada AFP.
Lebih lanjut, Barhum menyatakan, Hamas belum menerima secara langsung tawaran proposal secara resmi dari Mesir. Menurutnya, penghentian serangan Israel di satu sisi, tidak akan berarti banyak setelah kerusakan besar melanda Gaza.
Penolakan terhadap proposal Mesir tersebut juga datang dari sayap pasukan bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam. Dalam pernyataannya, Ezzedine menyebut opsi gencatan senjata sebagai bentuk penyerahan diri.
"Tidak ada pihak resmi maupun tidak resmi yang mendekati kami terkait soal usulan gencatan senjata yang ramai di media... (tapi) jika memang konten dari proposal tersebut benar, maka itu sama saja dengan menyerah dan kami menolaknya dengan tegas," demikian pernyataan Ezzedine.
"Pertempuran kami dengan musuh akan semakin diintensifkan," tegas Ezzedine.
(ita/ita)











































