Namun pesawat tak berawak tersebut tidak berdampak besar dalam pertempuran Hamas dan militer Israel. Militer Israel menembak jatuh pesawat tanpa awak tersebut pada Senin, 14 Juli waktu setempat. Meski begitu, tetap saja pesawat tak berawak yang diberi nama Ababil ini mencerminkan level baru kecanggihan teknologi Hamas, dan Israel menanggapi hal ini dengan serius.
Ini pertama kalinya Hamas meluncurkan sebuah pesawat tak berawak (drone) ke Israel. Meskipun pejabat-pejabat militer Israel telah sejak lama tahu bahwa kelompok tersebut memiliki teknologi ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penembakan jatuh pesawat tak berawak dengan sistem pertahanan udara kami ini merupakan contoh upaya mereka untuk menyerang kami dengan cara apapun yang mungkin," imbuhnya.
Menurut Isaac Ben-Israel, purnawirawan jenderal Angkatan Udara Israel dan mantan kepala badan antariksa Israel, pesawat tak berawak Hamas mirip dengan pesawat yang dikirimkan gerilyawan Hizbullah di Libanon selama perang tahun 2006 silam.
Dikatakannya, kemampuan drone tersebut terbatas. "Namun di masa mendatang, teknologi ini akan semakin banyak tersedia," tuturnya.
(ita/ita)











































