Serangan Israel Tewaskan 186 Orang, Lebih Besar dari Konflik 2012

Serangan Israel Tewaskan 186 Orang, Lebih Besar dari Konflik 2012

- detikNews
Selasa, 15 Jul 2014 10:05 WIB
Serangan Israel Tewaskan 186 Orang, Lebih Besar dari Konflik 2012
Reuters
Gaza City -

Memasuki hari kedelapan, korban tewas akibat gempuran udara Israel ke Gaza semakin bertambah dan kini mencapai angka 186 jiwa. Jumlah ini melebihi jumlah korban tewas dalam konflik antara Israel dan Hamas yang terjadi pada November 2012 lalu.

Dalam dua serangan terpisah yang terjadi pada Senin (14/7) malam, dilaporkan 5 warga Palestina tewas. Juru bicara dinas urusan darurat Gaza, Ashraf al-Qudra menuturkan, serangan udara di Rafah, Gaza bagian selatan menewaskan 3 orang, termasuk seorang anak.

Kemudian, lanjut Qudra, serangan udara di Khan Yunis menewaskan 2 orang. Sekitar satu jam kemudian, serangan udara lainnya di wilayah Khan Yunis menewaskan 2 orang lainnya, termasuk remaja berusia 16 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (15/7/2014).

Pejabat PBB menyebutkan, lebih dari seperempat korban tewas dalam konflik Gaza kali ini merupakan anak-anak. Lebih lanjut, Qudra merinci serangan udara di Gaza City menewaskan seorang pria muda dan seorang warga Palestina tewas akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan udara Israel.

Di wilayah Khan Yunis sebelah timur, serangan udara Israel mengenai sebuah sepeda motor dan menewaskan remaja 17 tahun bernama Ziyad al-Najjar. Sebelum itu, serangan udara lainnya di wilayah yang sama menewaskan seorang warga Palestina yang diketahui berusia 37 orang.

Tidak hanya itu, lanjut Qudra, seorang pria berusia 60 tahun di Deir al-Balah di Gaza bagian pusat, tewas ketika rumahnya dibombardir Israel. Dua orang lainnya tewas dalam serangan terpisah di wilayah Gaza lainnya.

Sepasang pria dan wanita yang luka-luka akibat serangan udara Israel pada Minggu (13/7), akhirnya meninggal dunia. Secara keseluruhan, menurut Qudra, tercatat 16 orang tewas dalam serangan selama hari Senin (14/7).

Dengan demikian, total korban tewas dalam gempuran Israel ke Gaza sejak Selasa (8/7) mencapai 186 orang. Sedangkan jumlah korban luka mencapai angka 1.280 orang. Jumlah ini melebihi catatan korban tewas dalam konflik Israel-Hamas pada tahun 2012 lalu yang menewaskan 177 orang.

Menurut organisasi HAM setempat, Palestinian Centre for Human Rights (PCHR), lebih dari tiga perempat korban tewas merupakan warga sipil. Hari paling berdarah di Gaza terjadi pada Sabtu (12/7) ketika total 56 orang tewas dalam sehari.

Di sisi lain, sejauh ini, belum ada korban jiwa dari pihak Israel. Namun dilaporkan ada 4 warga Israel yang mengalami luka serius semenjak operasi militer Israel yang bernama Operation Protective Edge dimulai pada Selasa (8/7) lalu. Operasi militer ini diklaim Israel, bertujuan untuk menghentikan serangan roket Hamas ke wilayahnya.

Data militer Israel menyebutkan, Hamas telah meluncurkan lebih dari 800 roket dan mortir ke wilayah Israel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 187 roket berhasil ditembak jatuh dengan sistem antirudal canggih Iron Dome.

(nvc/ita)



Berita Terkait