Seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (14/7/2014), para anggota keluarga mengidentifikasi korban sebagai Munir Ahmed Badarin, seorang pria berumur 20-an tahun.
Disebutkan bahwa korban tertembak dalam bentrokan di dekat Al-Samua, bagian paling selatan wilayah Tepi Barat. Dia kemudian meninggal setibanya di rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 172 warga Palestina telah tewas dan sekitar 1.230 orang lainnya terluka akibat bombardir Israel di Gaza yang telah memasuki hari ketujuh ini. Hari Sabtu, 12 Juli waktu setempat merupakan hari paling berdarah selama operasi militer Israel ini, yakni menewaskan 56 orang.
Militer Israel memulai operasi yang diberi nama Operation Protective Edge ini pada Selasa, 8 Juli dini hari waktu setempat. Israel berdalih bahwa operasi ini dilancarkan untuk menghentikan serangan-serangan roket ke wilayah Israel yang dilancarkan kelompok-kelompok militan di Gaza.
Sejak operasi Israel tersebut dimulai, serangan roket dari Gaza ke wilayah Israel kian meningkat. Menurut militer Israel, sekitar 715 roket Gaza telah mendarat di wilayah negeri Yahudi itu. Sementara 160 roket lainnya berhasil ditembak jatuh dengan sistem antirudal Israel, Iron Dome.
(ita/ita)











































