Kementerian Dalam Negeri Mesir menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (14/7/2014), sebuah roket jatuh menghantam sebuah toko di sebelah selatan El-Arish, ibukota Sinai utara pada Minggu, 13 Juli malam waktu setempat. Tujuh warga sipil, termasuk seorang anak tewas dalam insiden itu. Sebanyak 25 orang lainnya luka-luka.
Kemudian dua roket menargetkan sebuah pos militer dan merenggut nyawa seorang tentara. Tiga prajurit lainnya luka-luka dalam insiden itu.
Belakangan ini, aparat keamanan Mesir tengah berjuang menghadapi serangan-serangan militan yang telah menewaskan puluhan tentara dan polisi di wilayah tersebut. Semenanjung Sinai ini berbatasan dengan wilayah Israel dan Jalur Gaza.
Serangan-serangan militan meningkat setelah militer Mesir menggulingkan Presiden Mohamed Morsi pada Juli 2013 lalu. Terlebih lagi setelah militer Mesir melancarkan operasi terhadap para pendukung Morsi. Terhitung sejak Juli 2013, sebanyak 1.400 orang telah tewas dalam berbagai kekerasan dan lebih dari 15 ribu demonstran dan pendukung Morsi telah dipenjara.
Pengadilan Mesir belum lama ini menjatuhkan vonis mati bagi 200 orang, termasuk Mohamed Badie, pemimpin gerakan Ikhwanul Muslim pendukung Morsi. Pengadilan Mesir pada Minggu, 13 Juli waktu setempat juga menjatuhkan hukuman penjara tiga tahun bagi 101 pendukung Morsi. Mereka didakwa bersalah atas aksi-aksi kekerasan di kota Damietta, yang berada di wilayah Sungai Nil.
(ita/ita)











































