Tentara Israel menyerbu lokasi di Gaza yang disebut pihak Israel sering menjadi lokasi peluncur roket jarak jauh ke Israel, demikian dilansir CNN, Minggu (13/7/2014). Israel mengklaim bisa memukul tempat peluncuran roket di Gaza, kendati 4 tentaranya mengalami luka ringan.
"Misi sudah tercapai," kata militer Israel melalui twitter seperti dikutip CNN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama 6 hari konflik, korban tewas dari pihak Palestina dilaporkan lebih dari 150 orang. Mayoritas korban jiwa adalah warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.
"Serangan udara Israel akhir-akhir ini menewaskan lebih dari 150 orang di Gaza, dan 1.000 orang lainnya luka-luka," kata seorang dokter di Kementerian Kesehatan Gaza.
Israel mengatakan bahwa invasi darat ke Gaza masih menjadi pilihan. 20 Ribu tentara cadangan Israel sudah dimobilisasi. Namun sejauh ini, serangan Israel melalui udara sudah memukul sekitar 1.200 sasaran di wilayah itu.
Dewan Keamanan PBB menyerukan kepada Israel dan Palestina di wilayah Jalur Gaza untuk mengadakan gencatan senjata di tengah peningkatan jumlah korban tewas Palestina. Kelima belas anggota Dewan Keamanan menyetujui pernyataan untuk menyerukan penghentian eskalasi kekerasan dan pemulihan keadaan.
Dalam pernyataannya, Sabtu (12/7) Dewan Keamanan PBB juga menyerukan agar perundingan damai dilanjutkan.
Dewan Keamanan meminta "pemberlakukan kembali gencatan senjata November 2012" yang ditengahi oleh Mesir, tetapi tidak dijelaskan kapan sebaiknya gencatan senjata harus dilakukan.
Ini untuk kali pertama Dewan Keamanan PBB mengeluarkan pernyataan sejak Israel memulai operasi terbaru lima hari lalu. Sebelumnya anggota Dewan Keamanan berbeda pendapat menyikapi konflik Israel-Gaza.
(nwk/nrl)










































