Bejat! Istri Dicabuli, Pria India Balas Perkosa Adik Pelaku

Bejat! Istri Dicabuli, Pria India Balas Perkosa Adik Pelaku

- detikNews
Sabtu, 12 Jul 2014 15:46 WIB
Bejat! Istri Dicabuli, Pria India Balas Perkosa Adik Pelaku
Ilustrasi
New Delhi -

Kepolisian India menangkap dua tersangka terkait pemerkosaan bocah perempuan berusia 11 tahun. Parahnya, aksi pemerkosaan tersebut diperintahkan oleh kepala desa setempat, demi menghukum kakak laki-laki korban.

Kepolisian di wilayah Jharkhand, India bagian timur menangkap dua pria terkait kasus kekerasan seksual terbaru yang mengejutkan publik ini. Pemeriksaan medis terhadap korban menunjukkan bahwa bocah malang tersebut mengalami tindak kekerasan seksual.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (12/7/2014), juru bicara kepolisian setempat, Anurag Gupta menuturkan bahwa kakak laki-laki korban dituduh mencabuli seorang wanita yang merupakan tetangganya di sebuah desa distrik Bokaro.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika wanita yang dicabuli tersebut beserta suaminya melaporkan hal ini kepada tetua desa setempat, salah satu kepala desa malah menyarankan agar suami wanita tersebut memperkosa saudara perempuan atau anak pelaku, sebagai hukuman bagi pelaku.

"Mereka membawanya ke hutan dan memperkosanya," tutur ibunda korban kepada CNN-IBN.

"Seluruh warga desa datang, berdiri dan tidak melakukan apapun. Kami menangis, minta tolong, tapi tetap tidak ada yang melakukan apapun," imbuhnya.

Lebih lanjut, Gupta menyatakan bahwa suami wanita tersebut telah ditangkap polisi pada Senin (7/7) dan dijerat dakwaan pemerkosaan. Polisi juga menangkap si kepala desa yang disebut memerintahkan aksi pemerkosaan tersebut. Sedangkan kakak laki-laki korban juga ikut ditahan, namun terkait kasus yang berbeda, yakni pencabulan.

Korban diketahui berasal dari kelompok masyarakat Gulgulia, yang mendekati kasta terendah yang berlaku di India. Anggota kelompok tersebut banyak yang menjadi pengemis.

"Ini merupakan insiden tidak beradab. Kami tidak akan mengampuni pelakunya," tegas Kepala Sekretaris Wilayah Jharkhand, Sajal Chakraborty kepada AFP.

(nvc/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini