ISIL atau yang juga disebut ISIS dan yang kini berganti nama menjadi Islamic State (IS) tengah melancarkan serangan mematikan di wilayah Irak. Militan ini berhasil menguasai sejumlah kota penting di negara tersebut.
Penangkapan ini merupakan yang pertama kalinya terkait dengan militan asing. Demikian seperti dilansir Reuters, Sabtu (12/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia (Cerantonio-red) telah merekrut warga muslim Filipina untuk bertempur di Irak dan Suriah," tutur seorang pejabat senior intelijen pada kepolisian setempat, yang enggan disebut namanya, kepada Reuters.
"Dia benar-benar menyerukan jihad. Tapi kami masih berusaha memastikan laporan bahwa sejumlah warga muslim Filipina menanggapi seruannya. Aktivitasnya di sini menarik perhatian Kepolisian Federal Australia dan mereka memberitahu kami," imbuhnya.
Kepolisian Filipina melaporkan, Cerantonio tiba di negara tersebut pada awal Februari lalu dan kemudian mulai melakukan perekrutan bagi ISIL. Awal bulan ini, Cerantonio memposting pesan pada media sosial yang isinya mengklaim bahwa dirinya telah pergi ke wilayah di mana ISIL telah mendeklarasikan kekhalifahan atas sebagian wilayah Suriah dan Irak.
"Kami tidak percaya dia sudah ke Filipina. Maupun pergi ke Timur Tengah," ucap Wakil Komisioner Keamanan Nasional pada AFP, Andrew Colvin kepada media setempat, Daily Telegraph.
Namun dalam pernyataannya, AFP enggan menjelaskan lebih detail soal kasus ini. Sedangkan kepolisian Filipina meyakini bahwa Cerantonio telah berpergian ke wilayah Basilan dan Sulu yang ada di Filipina selatan, untuk menyebarkan Islam radikal demi mendukung Irak dan Suriah.
Setelah berhasil ditangkap, Cerantonio selanjutnya akan dideportasi kembali ke Australia dan diadili di negaranya tersebut.
(nvc/ndr)











































