Namun diketahui bahwa wilayah Libanon bagian selatan merupakan markas dari Hizbullah, kelompok muslim Syiah yang bertempur melawan Israel sejak 7 tahun lalu. Hizbullah juga terlibat dalam konflik Suriah dan dengan terang-terangan mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad.
Faksi Palestina sendiri juga berada di pihak yang sama dalam konflik Suriah. Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan roket ini. Demikian seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (11/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut NNA, ada dua roket yang ditembakkan dari sebuah lokasi di wilayah Hasbaya, Libanon. Roket ketiga, lanjut NNA, gagal untuk diluncurkan.
Sumber keamanan setempat menuturkan, kedua roket tersebut dibalas dengan serangan artileri Israel ke Libanon. Serangan Israel mengenai wilayah pinggiran Kfarshouba.
Aksi saling serang ini terjadi di tengah-tengah gempuran besar Israel ke wilayah Gaza. Sejauh ini, menurut otoritas Gaza, korban tewas mencapai lebih dari 90 orang, yang sebagian besar warga sipil.
Pada Desember 2013 lalu, serangan roket dilancarkan dari wilayah Libanon bagian selatan dan jatuh di wilayah Israel bagian utara. Serangan semacam ini memicu reaksi keras di wilayah perbatasan yang sejak tahun 2006 cenderung tenang dan kondusif.
(nvc/mad)











































