Serangan udara Israel ke wilayah Gaza terus berlanjut. Dini hari ini, dilaporkan enam warga Palestina tewas akibat gempuran Israel yang tiada henti.
Lima warga Palestina, termasuk di antaranya seorang wanita dan bocah berusia 7 tahun, tewas ketika rumah anggota militan Islamic Jihad yang ada di Rafah, Gaza bagian selatan, terkena serangan udara Israel. Sekitar 15 orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan tersebut.
Demikian disampaikan juru bicara Dinas Urusan Darurat Gaza, Ashraf al-Qudra, seperti dilansir AFP, Jumat (11/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Qudra, sekitar 95 orang tewas dalam serangan udara Israel yang diluncurkan semenjak Operation Protective Edge dimulai pada Selasa (8/7) dini hari. Operasi militer Israel tersebut bertujuan untuk menghentikan serangan roket dari militan Gaza.
Semenjak operasi dimulai, militan Gaza dilaporkan telah menembakkan 407 roket dan mortir yang jatuh di wilayah Israel. Sedangkan sebanyak 118 roket dari Gaza berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan rudal canggih milik Israel yang bernama Iron Dome.
Gempuran Israel ini merupakan yang terparah semenjak konflik di Gaza pada November 2012 lalu. Meskipun militan Gaza berhasil menembakkan roket yang jatuh ke Yerusalem dan Tel Aviv, namun tidak ada laporan korban jiwa dari pihak Israel.
Tidak hanya melancarkan serangan udara, Israel menyatakan pihaknya telah mendapat izin untuk mengerahkan operasi darat yang melibatkan 40 ribu tentaranya.
(nvc/nrl)











































