AS Enggan Komentari Pengusiran Pejabat Intelijennya oleh Jerman

AS Enggan Komentari Pengusiran Pejabat Intelijennya oleh Jerman

- detikNews
Jumat, 11 Jul 2014 11:19 WIB
AS Enggan Komentari Pengusiran Pejabat Intelijennya oleh Jerman
Ilustrasi (Reuters)
Washington - Pejabat intelijennya diusir oleh otoritas Jerman, Gedung Putih Amerika Serikat menolak berkomentar. AS hanya menegaskan bahwa hubungan intelijen AS dengan Jerman sangat penting.

Otoritas Jerman mengambil tindakan tegas dengan mengusir kepala perwakilan CIA yang bertugas pada kedutaan AS di Berlin. Hal ini setelah Jerman menginvestigasi dua staf intelijennya yang dicurigai menjadi agen ganda bagi AS.

"Kami telah mengetahui laporan tesebut dan kami tidak memiliki komentar apapun berkaitan dengan persoalan intelijen," ucap juru bicara National Security Council AS, Caitlin Hayden, seperti dilansir AFP, Jumat (11/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagaimanapun juga, hubungan intelijen dan keamanan kami dengan Jerman sangat penting dan itu menjamin warga Jerman dan AS tetap aman," imbuhnya.

"Sangat penting bahwa kerjasama terus berlanjut di segala sektor dan kami akan terus berkomunikasi dengan pemerintah Jerman dalam saluran yang pantas," terang Hayden.

Tanggapan dingin juga datang dari Gedung Putih AS. Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, menolak mengomentari soal pengusiran pejabat intelijen AS tersebut dan memilih menekankan bahwa AS menjunjung tinggi hubungannya dengan Jerman.

"Komentar apapun terhadap laporan intelijen akan membahayakan aset-aset AS, personel AS dan keamanan nasional AS," tuturnya, sembari menambahkan bahwa komunikasi AS dengan Jerman terkait isu tersebut dilakukan via jalur diplomatik, intelijen dan aparat keamanan.

Pengusiran pejabat intelijen AS ini terjadi pada Selasa (8/7) dan didasarkan pada penyelidikan yang dilakukan oleh kejaksaaan Jerman, terkait dugaan spionase AS. Langkah tegas seperti ini tergolong sangat tidak biasa di antara sekutu NATO dan sekaligus menunjukkan kemarahan Jerman atas kiprah spionase AS.

Pengusiran ini juga menindaklanjuti penangkapan staf lembaga intelijen asing Jerman, BND, atas tudingan spionase pada Juli lalu. Menurut sumber intelijen dan politik setempat, pria berusia 31 tahun tersebut bekerja sebagai agen ganda intelijen AS dan mengakui telah menyerahkan dokumen rahasia untuk pihak tertentu di AS.

(nvc/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads