Dihubungi Netanyahu, Putin Desak Israel Akhiri Gempuran di Gaza

Gaza Membara

Dihubungi Netanyahu, Putin Desak Israel Akhiri Gempuran di Gaza

- detikNews
Jumat, 11 Jul 2014 10:53 WIB
Dihubungi Netanyahu, Putin Desak Israel Akhiri Gempuran di Gaza
Vladimir Putin (Reuters)
Moskow -

Presiden Rusia Vladimir Putin ikut menyerukan gencatan senjata bagi Israel dan Palestina. Putin mendorong Israel untuk menghentikan konfrontasi bersenjata di wilayah Gaza.

Hal ini disampaikan Putin dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Sebelumnya, Presiden AS Barack Obama juga menelepon PM Netanyahu untuk menawarkan AS sebagai penengah gencatan senjata Israel-Palestina.

"Pihak Rusia menekankan perlunya sesegera mungkin menghentikan konfrontasi bersenjata, yang memakan banyak korban dari kalangan warga sipil," demikian pernyataan kantor Presiden Rusia atau yang biasa disebut Kremlin, seperti dilansir AFP, Jumat (11/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Kremlin, percakapan telepon ini diinisiasi oleh pihak Israel. Dalam percakapan tersebut, menurut Kremlin, Putin dan Netanyahu juga membahas soal hubungan bilateral kedua negara serta sejumlah isu penting bagi kedua negara. Tidak dijelaskan lebih lanjut isu penting yang dimaksud.

Seruan gencatan senjata juga datang dari Sekjen PBB Ban Ki Moon. Dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB, pada Kamis (10/7) kemarin, Sekjen Ban menyebut gencatan senjata sangat mendesak untuk dilakukan.

Menghadapi seruan-seruan tersebut, Israel tak menggubris. Bahkan PM Netanyahu dilaporkan menyebut opsi gencatan senjata tidak pernah ada dalam agenda Israel. Israel terus menggempur Gaza sepanjang Kamis (10/7) dan dilaporkan menewaskan lebih dari 30 warga Palestina, yang sebagian besar wanita dan anak-anak.

Di sisi lain, Hamas yang menguasai wilayah Gaza juga tampak tak tertarik untuk menyerah. Dalam waktu 48 jam terakhir, Hamas terus menembakkan roket ke wilayah Israel dan beberapa dilaporkan jatuh di dekat Yerusalem dan Tel Aviv.

"Musuh (Israel-red) yang memulai agresi ini dan dia yang harus berhenti, karena kami (hanya) mempertahankan diri kami," tegas anggota senior Hamas yang juga mantan Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniya.

(nvc/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads